Meski bisnis bioskop atau teater XXI di tanah air sedang lesu sebagai imbas keputusan pemerintah tentang bea dan pajak film impor tapi tak ada salahnya menekuni bisnis ini. Toh, masyarakat tetap memerlukan hiburan. Lagi pula, Anda tak harus mengelola bisnis bioskop dengan konsep dan skala yang besar. Cukup dengan membuat bioskop 3D mini di pusat perbelanjaan, profit besar pun diperoleh.
Tren film tiga dimensi menciptakan peluang bisnis baru dalam dunia hiburan Tanah Air. Bioskop 3D mini merupakan jawaban atas penerapan teknologi tiga dimensi di dunia bisnis hiburan yang sarat akan keunikan serta inovasi yang spektakuler.
Berpegang pada kesuksesan bisnis film 3D yang ditayangkan di bioskop-bioskop besar, peluang bisnis bioskop 3D mini ini juga sangat potensial. Berbekal modal yang relatif terjangkau, omzet berlipat ganda bukanlah hal yang mustahil untuk diperoleh. Asalkan dikemas dengan
menarik, bisnis ini layak untuk dikelola.
Salah satu pemain sukses bisnis bioskop 3D mini adalah tiga orang wirausaha muda yang menyimpan segudang kreatifitas. Mereka adalah A. Saputra, A. Wibowo dan F. Budhi. Ketiga orang sahabat ini nekat menjajal bisnis bioskop 3D mini sejak A. Saputra mengetahui peluang potensial dari bisnis yang dilihatnya dalam sebuah pameran di Malaysia. Mengambil tempat di Cirebon, PT Angkasa Raya Jaya terbentuk dan mulai menangani bisnis tersebut dengan serius.
Bisnis yang mereka kelola diberi tajuk “Star 3D Movie”. Film-film yang diputar bagaikan hidup dan menampilkan gambar bergerak yang mampu memberi dampak kuat bagi para penonton. Seakan bisa menyentuhnya, penonton yang dapat menyaksikan film dengan bantuan kacamata khusus akan terhanyut dalam sensasi film berteknologi impor itu dan dipastikan bisa turut merasakan secara langsung efek virtual reality.
Tak seperti teater XXI yang bisa menampung penonton dalam jumlah yang banyak, kapasitas studio film mungil ini hanya 20 orang. Masing-masing pengunjung dikenai biaya Rp20.000-an dan bisa menyaksikan film 3D berdurasi sekitar 5 menit. Dengan asumsi modal antara Rp300 – Rp400 juta,break event point (BEP) dari bisnis ini diperkirakan bisa ditembus dalam jangka waktu kurang dari satu tahun.
Seiring dengan dahaga warga kota besar akan hiburan yang memukau, geliat bisnis bioskop 3D mini diyakini tak akan cepat pudar ditelan waktu. (*/Ely) Sumber : www.ciputraentrepreneurship.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar